0

Preschool Activity: Zoo

Tema main kita minggu ini adalah kebun binatang. Banyak hal yang bisa dipelajari tentang dunia satwa. Antara lain:

  • Bahasa: membaca buku mengenai hewan, mengenal berbagai macam hewan dan tempat tinggalnya
  • Motorik halus: menempel dan mengelem sticker hewan
  • Motorik kasar: bergerak menirukan gaya binatang dan suara binatang
  • Kognitif: memasang puzzle binatang
  • Moral & emosional: memberi makan kucing, baik terhadap binatang, tidak takut terhadap binatang

Aktifitas dimulai dengan membuat kebun binatang dari kardus sepatu bekas.

Untuk bacaan kali ini menggunakan dua buku ini. Ensiklopedia anak WWP (Widya Wiyata Pratama) Satwa Liar dan Ekologi dan Lingkungan. Saya tidak terlalu terpaku pada kalimat dalam buku. Saya biasa membuat kalimat sendiri, kalimat sederhana yang gampang dimengerti anak, sesuai dengan gambar yang ada di buku.

20161026_155037

Kegiatan membaca dan bermain puzzlenya tidak kefoto hihihi..Selamat bermain.

zoo

0

Baper Nonton AADC2

Baru kemarin malam akhirnya saya bisa nonton AADC2 juga. Nonton streaming tengah malam setelah anak saya tidur. Sejak punya anak nonton di bioskop menjadi hal yang langka. Saya bersyukur hidup di tahun 2016 dimana koneksi internet kencang bisa dimiliki dari rumah. Hehehe..seandainya saya hidup di tahun 1950-an tentu saja tidak akan ada AADC lah ya. Meskipun sedikit banyak saya sudah membaca dari spoiler alert  yang beredar di dunia maya, tapi nonton sendiri dengan diceritakan orang rasanya berbeda. Ada kepuasan tersendiri saat nonton.

Oke, menurut saya AADC2 ini sama seperti AADC1. Sama-sama punya kisah yang sederhana. Dikisahkan geng Cinta kini tanpa Alya, dia meninggal beberapa tahun lalu karena kecelakaan. Maura sudah menikah dan punya beberapa anak. Milly menikah dengan Mamet dan sedang menanti kelahiran anak mereka. Karmen sempat nge-drug karena depresi ditinggal selingkuh suaminya. Cinta sudah bertunangan dengan Trian dan sekarang mengelola sebuah galeri seni miliknya sendiri. Rangga sendiri masih di New York bekerja sebagai penulis dan membuka kedai kopi bersama temannya.

Jadi ternyata selepas AADC1 saat ceritanya Rangga terbang ke New York tahun 2002, Cinta dan Rangga menjalin hubungan LDR selama 5 tahun. Di tahun 2007 Rangga tiba-tiba memutuskan Cinta dengan sepucuk surat dan menghilang begitu saja. Nah film AADC2 ini menjawab pertanyaan mengapa waktu itu Rangga memutuskan Cinta. Ternyata Rangga minder, dia merasa Cinta berasal dari keluarga kaya sedangkan dia tidak, hal ini membuat Rangga berpikir apakah dengan kondisinya saat ini dia mampu membahagiakan Cinta. Singkat cerita Cinta reunian dengan Rangga dan akhirnya mereka balikan. Happy ending pemirsah..

ccr

Generasi AADC1 pasti baper nonton scene ini..

Buat saya film ini film nostalgia. Anak-anak muda angkatan AADC1 saat ini telah menjadi sama seperti saya, berada direntang usia akhir 20-an dan awal 30-an. Memori kami dibawa kembali ke jaman-jaman SMA, mengenang kisah cinta ala-ala anak SMA. Menertawakan diri kami sendiri. Lalu jadi baper saat melihat scene romantis Rangga berdua dengan Cinta hehehe..Tapi namanya juga film ya, ada unsur ‘kok bisa kebetulan’ dalam film ini. Mbak Mira Lesmana dengan piawainya memasukkan jawaban mengenai ‘kebetulan’ ini menjadi dialog yang dilontarkan oleh Karmen dengan kalimat “campur tangan semesta”. Hehe..buat saya pribadi juga tidak ada hal yang kebetulan. Ada campur tangan semesta dalam setiap gerik manusia.#tsahh apa coba hehehe..

Jika dinilai 1-10 film ini layak dapat 9 dari saya hehehe..Saya suka pemainnya, sinematografinya, dialognya, lagu soundtracknya dan lokasi filmnya..AADC2 ini layak dapat banyak penghargaan dari insan perfilman. Terbukti bahwa sineas Indonesia layak disejajarkan dengan sineas asing. Semoga saja bakalan ada AADC3 yang menceritakan kisah cintanya anak dari Rangga dan Cinta hehehe…Harry Potter aja ada cerita tentang anaknya kok..hehehe..

1

Maternity Leave for 3 Months. Cuti Melahirkan Telah Tiba.

Senin 1 Maret 2014 kemarin aku mulai ambil cuti melahirkan. Sebenernya due date ku masih lama, masih di akhir bulan maret ini di tanggal 22 – 30 maret 2014. Banyak pertimbangan yang aku ambil hingga akhirnya majuin cuti dan ambil di awal maret ini.

Beberapa hari lalu pas cek USG berat badan adek bayi di perutku cuma 2,2 kg di umur kehamilan 35-36 minggu. Dokter bilang beratnya kurang. Sediiiiiiiiih banget rasanya. Buat janin seumuran 35-36 minggu harusnya beratnya udah sekitar 2,5 kg. Maafin mami ya dek…mami janji kasih yang terbaik buat pertumbuhan adek.

Karena pertimbangan pertumbuhan janin inilah yang bikin aku disarankan dokter buat segera cuti. Dokternya bilang bahwa seharusnya cuti hamil itu diambil saat umur janin 34 minggu atau sekitar usia kehamilan 8 bulan.  Hal  ini dilakukan agar si ibu bisa istirahat total dan memaksimalkan asupan nutrisi ke bayi. Karena kalau mamanya kecapekan nutrisi ke bayinya jadi berkurang.

Dan sebenernya Undang-Undang Ketenagakerjaan Indonesia  juga menyatakan bahwa cuti hamil adalah 1,5 bulan sebelum saatnya melahirkan.  Pasal 82 ayat (1) dan Pasal 84 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”), bahwa pekerja/buruh perempuan (maksudnya, “karyawan wanita” atau karyawati), berhak memperoleh istirahat atau cuti hamil selama 1,5 bulan (dalam arti, satu bulan dan lima belas hari) sebelum saatnya melahirkan anak, dan cuti melahirkan selama 1,5 bulan (satu bulan dan 15 hari) sesudah melahirkan, menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan. Kumulatif “cuti hamil dan melahirkan” tersebut, adalah selama 3 (tiga) bulan berturut-turut dengan berhak -mendapat- upah penuh.

Di samping itu, bagi suami karyawati yang bersangkutan (apabila sebagai –karyawan– pekerja/buruh di suatu perusahan), juga berhak memperoleh “hak cuti“ (hak tidak masuk bekerja dan berupah) selama 2 (dua) hari jika -saat istrinya melahirkan- bersamaan dengan hari kerja. Demikian ketentuan Pasal 93 ayat (2) huruf c dan ayat (4) huruf e UU Ketenagakerjaan.
Dengan ini hari-hari cutiku resmi dimulai. Hari-hari menanti si kecil yang diisi dengan makan dan tidur saja *horeeeeeeee* Hari-hari terakhir aku tidur ke kiri dan susah buat gerak cepat *hehehehehe* We’ll see you soon my dearest baby..muach..
Image
0

Selamat Datang Keajaiban

(Late-post)  Welcome Dear Baby..Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga hehehe. Perjuangan panjang 9 bulan berbuah manis. Manis banget saking manisnya lupa sudah sakitnya operasi caesar hehehe. Oh ya dipostingan sebelumnya aku nulis bahwa bayiku bakal lahir di akhir Maret 2014. Tapi karena tanggal 13 Maret 2014 ketubanku udah rembes dan tinggal sedikit maka Dokter mengambil langkah operasi caesar buat segera mengeluarkan bayiku. Waktu itu aku gemetaran banget pas Dokter bilang “yak besok kita operasi ya” hehehe..karena nggak ada persiapan buat caesar, selama hamil saya pengennya lahiran normal saja. Seumur-umur belum pernah yang namanya di operasi hehehe. Tapi demi keselamatan adek bayi mamipun jadi berani hehe.

Hari itu Kamis, 13 Maret 2014 saya dan suami segera mengurus administrasi dan booking kamar. Maka menginaplah saya di RSIA Melania, Bogor dan ditangani oleh Dokter Sunarya SPOG. So far saya cocok dengan Dokter Sunarya beliau sudah senior terlihat dari rambutnya yang sudah putih semua hehe. Malam harinya saya dicek semuanya, baik itu cek jantung, mata, darah, kondisi bayi. Sebelum saya tidur saya diberikan suntikan untuk menguatkan paru-paru bayi saya karena bayi saya lahir lebih awal dan ada prosesi pencukuran rambut pubis oleh suster. Asli saya malu banget hehehe..

Pagi harinya pukul 06.00, suster datang dan menyarankan agar saya segera sarapan dan pup dulu sebelum operasi, suster menawarkan obat pelancar BAB jika saya susah pup, tapi saya tolak karena tidak perlu. Suster menyuruh saya bersiap-siap. Kira-kira pukul 7.00 suster datang lagi membawa kursi roda dan membawa saya ke ruang operasi. Duh deg-degan banget rasanya. Suami dan Ibu saya menunggu di luar sambil terus berdoa. Di dalam ruang operasi saya disuruh ganti baju operasi dan menggunakan haircap, setelah itu dipersilakan naik ke bed. Ruang operasinya seperti yang saya lihat di film-film hehehe..lampu operasi, meja operasi, peralatan operasi, banyak petugas operasi, dan baunya rumah sakit banget hehehe..

Saya mendapatkan suntikan di tulang punggung untuk anestesi, setelah suntikan itu bereaksi tubuh bawah saya mati rasa. Saya tidak bisa merasakan kaki saya. Tapi saya bisa merasakan Paramedis yang sedang melakukan operasi, berasa perut saya ditekan-tekan, berasa kaya digunting tapi tidak sakit, dan berasa perut saya goyang-goyang, saya sadar dan bisa mendengar suara alat operasi dan percakapan paramedis hehehe. Pukul 08.05 terdengarlah suara owek-owek. Puji Tuhan anak saya sudah lahir, bayi perempuan dengan panjang 49 cm dan berat 3,05 kg. Oleh Paramedis bayi saya diberikan di dada saya untuk IMD, tidak lama hanya 1-2 menit saja. Pertama kali pegang anak saya rasanya gimana gitu, terharu, senang, campur aduk deh hehe. Kemudian anak saya dibersihkan dan dicek oleh DSA dan puji Tuhan semua normal dan sehat. Tidak lama operasi saya selesai saya dibawa keluar ruang operasi dan ditempatkan di ruang paska operasi. Suami dan Ibu saya diperbolehkan masuk dan bayi saya dibawa masuk juga. Ada nuansa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata saat itu hehehe..kebahagiaan dan keharuan bercampur. Momen pertama kali suami saya bertemu anak kami dan berdoa untuk anak kami. Momen Ibu saya bertemu cucu pertamanya. Semua itu adalah anugerah Sang Pemberi Kehidupan dan kami bersyukur sekali diberi kepercayaan mengasuh, merawat, mendidik dan membesarkan anak.

To be continued…