0

Kisah Potty Training

“Anakmu kan sudah dua tahun, lepas dong diapernya, ajarin pipis di potty..”

Jawaban:

A. “Iya, thank sarannya..”

B. “Emang kenapa? Selama ini kamu yang beliin dia diapers?”

C. “Belum waktunya, toh dia nggak selamanya pake diaper..”

D. “Ada yang salah anak balita 2 tahun pake diaper?”

E. Kabur tanpa menjawab

 

Dari keseluruhan jawaban di atas semuanya sudah pernah saya pakai haha.. kalau mood saya lagi bagus biasanya saya menjawab A atau E. Kalau mood saya sedang ingin berargumen dengan orang, saya biasanya menjawab B, C, D. Hahaha ibu nan kejam..

90300908_potty-training-zoom-c9f5c335-2c26-4aa5-84d3-fe44dbf41cda

Anak saya baru lepas diaper di umurnya 2 tahun 10 bulan alias 3 tahun kurang 2 bulan. Dia lebih lambat 10 bulan dibanding teman-teman sebayanya yang sudah lepas diaper dari umur 2 tahun pas. Bahkan ada salah satu  saudara yang anaknya sudah bisa lepas diaper ketika belum genap 2 tahun. Ketika umurnya lebih muda dari 2 tahun 10 bulan (mulai dari umur 2 tahun) saya tertatih-tatih mengajari anak saya pipis di potty, bahkan sampai saya putarkan video dari youtube tentang potty time tiap hari masih saja anak  saya tidak bisa mengutarakan keinginannya untuk pipisnya. Dan yang terjadi adalah dia pipis di lantai karena terlambat bilang mau pipis. Ngepel lantai bisa lebih dari 4 kali sehari deh. Saya yang capek sendiri hingga akhirnya saya nyerah dan tetap memakaikan dia diaper pagi dan malam.

Namun ketika Desember 2016, umur dia 2 tahun 10 bulan, suatu kali saya lihat Miracle bilang dia ingin pipis padahal saya pakaikan diaper. Langsung saya lepas diapernya, diapernya masih kering, lalu mendudukkan dia di potty nya. Dan benar saja dia pipis di potty  dengan lancer. Setelah kejadian itu saya ajak dia ngobrol bahwa mulai hari ini dia sudah besar sehingga tidak perlu pakai diaper lagi di siang hari. Miracle menjawab “iya mi”. Okelah kita coba begitu pikir saya.

Namun ternyata taraaaaaaa.. berhasil sodara-sodara, keesokan harinya saya seharian tidak memakaikannya diaper dan Miracle sudah bisa bilang saat dia ingin pipis. Khusus untuk pup, biasanya dilakukannya pagi hari dalam kondisi dia masih pakai diaper malam. Sehari, dua hari, tiga hari, sampai hari ini semua berjalan lancar. Tidak ada lagi accident ngompol di lantai, bahkan sudah hampir 2 mingguan ini tiap tidur malam, saya tidak pernah memakaikan diaper lagi. No accident no pee on the bed. Lancar jaya. Horeeeee…

Saya cuma mau bilang begini, sebagai orangtua kitalah yang paling mengerti keadaan anak-anak kita, tiap anak berbeda dan unik. Tidak bisa dibandingkan. Begitu pula dengan perkembangan anak. Si A umur segini udah bisa ini itu, kok si B udah umur segini belum bisa ini itu. Bla..bla..bla.. don’t listen to them just close your ears.

Memang secara garis besar perkembangan kemampuan anak di tiap usia ada panduannya, namun hal tersebut tidaklah baku, maksudnya  setiap anak punya fase perkembangan yang berbeda-beda walaupun dalam rentang usia yang sama.

Intinya anak akan siap ketika dia siap, dalam kasus kali ini adalah kesiapan anak dalam potty training. Kesiapan anak untuk lepas diaper berhubungan dengan kemampuannya mengkontrol tekanan di kandung kemihnya. Ketika anak sudah bisa merasa mengenali tanda-tanda ingin pipis, yaitu tahu bahwa ada perasaan tidak nyaman di dalam kandung kemihnya itu artinya ingin pipis. Maka ketika tanda ini muncul maka anak akan segera bicara pada orang tuanya bahwa dia ingin pipis. Ketika anak sepertinya belum bisa mengkontrol tekanan kandung kemihnya itu artinya dia belum siap lepas diaper. Ya sudah pakaikan saya diapernya. Trust me, anak nggak akan selamanya pakai diaper kok.

Sooo jadi orangtua itu kagak gampang ye hehe..musti banyak belajar banyak hal. Termasuk belajar untuk tidak mendengarkan nasehat yang tidak sesuai dengan kondisi kita. Saya sendiri tipe yang lebih percaya apa kata pakar based on scientific logical method daripada pengalaman orang lain. Pengalaman orang lain bisa salah dan kadang tidak sesuai diterapkan pada kondisi kita. Kita sendirilah yang tahu mana yang sesuai dengan keluarga kita. Bukankah begitu?

Advertisements
0

Jahit – Jahit 1: Brukat & Songket

September lalu sepupu saya menikah. Ibu saya bilang pihak keluarga mempelai memberikan kain brukat oranye untuk para budhe dan bulik sebagai seragam atau kembaran di acara resepsi. Ahaa..oranye. Pas sekali saya punya kebaya warna oranye. Alangkah bagusnya kalau saya bisa kembaran juga sama Miracle. Lalu saya cari kain-kain brukat sisa kebaya oranye saya dan sisa kain songket Flores. Dan ternyata masih cukup untuk membuat satu setel baju anak-anak.

img-20161019-wa0004

Saya terpikirkan membuat baju yang tidak ribet dipakai namun juga nyaman dipakai. Maklumlah user nya adalah anak-anak yang lincah dan sangat suka berlarian hihihi.. Untuk roknya saya menggunakan model baju yang anak saya punyai. Jadi saya tinggal menaruh baju yang saya inginkan ke atas koran. Lalu saya menjiplak bentuknya dengan ditambah 2 cm untuk lipatan. Untuk rok di atas hanya memerlukan 3 pola yaitu: pola dasar rok, pola bagian dada + punggung, pola tali bahu. Sedangkan untuk cardigannya saya menjiplak salah satu cardigan yang ada ditambah 2 cm untuk lipatan, karena mesin jahit saya tidak bisa untuk mengobras jadi saya menambahkan lipatan 2 cm.

Proses pengerjaannya sendiri cukup mudah, sebelum kain dijahit dengan mesin saya menjelujuri semua kain terlebih dahulu untuk memudahkan penjahitan dan supaya hasilnya rapi. Sebagai aksen pemanis saya menambahkan renda warna oranye senada, seharga Rp 6.000,- per meternya, dibagian leher dan depan, juga sisa renda saya buat menjadi bunga  pemanis cardigan dan jepit rambut.

Setelah dipakai begini hasilnya…Upss si model kecil susah sekali diarahkan hihihi..

 

0

Main Apa Kita Hari Ini?

whatsapp-image-2016-10-12-at-18-15-101

Anak usia dini belajar banyak melalui bermain. Dengan bermain mereka menyerap banyak hal. Nah hari ini kita bikin topeng muka binatang dari piring kertas dan stik es krim. Mudah, murah dan tidak pake ribet hehehe..Saya tipe orang yang hemat dan suka membuat properti bermain sendiri. Saya suka mengumpulkan sendok plastik bekas, stik es krim, piring kertas, piring styreofoam, kardus bekas, botol bekas dan barang-barang lain yang bisa di ubah menjadi alat bermain anak usia dini. Selain hemat membuat properti sendiri membuat saya senantiasa terbiasa berpikir kreatif hehehe..Mahalnya suatu mainan tidak menjadi jaminan bahwa anak akan jadi otomatis “cerdas” setelah memainkannya. Ada banyak faktor yang membuat seorang anak cerdas.

Ada banyak hal yg anak pelajari dari bermain topeng muka ini; antara lain:
1. Bahasa: anak menyebut nama-nama binatang, tempat tinggal binatang, makanan binatang, menyanyikan lagu-lagu binatang
2. Motorik halus: menggunting dan menempel telinga
3. Motorik kasar: melompat dan berjalan mengikuti katak, kucing, kelinci
4. Moral & Sosial: bermain pretend play dengan menyisipkan pesan moral dan sosial

Yang kami lakukan tiap hari ya seperti ini, bermain bersama bertumbuh bersama, cuman jarang di upload di Facebook karena males dibilang pencitraan hehehe..rencananya saya bakal memposting kegiatan kami di blog sebagai catatan kami dan pengingat perjalanan usia dini anak saya ^^

Jadi nggak perlu nunggu masuk sekolah kan utk memaksimalkan potensi anak, lagipula anak saya gak akan saya sekolahin. Mau di homeschooling aja. Karena menurut saya pendidikan itu seharusnya costumised bukan standarised.

Wanna know more about homeschool? Visit Rumah Inspirasi or Eagle Nest Ministry

2

Bye Hemangioma!

Tepat setelah Little M selapanan atau sekitar umur  2 bulan, tumbuh benjolan di sudut dalam mata kirinya. Awalnya saya mengira dia digigit semut atau kejatuhan apa. Kami pikir benjolan itu hanya memar seperti saat kita kejedot sesuatu, sebagai pengobatan pertama saya dan suami membeli Thrombophob, Minol juga Bethadine dan mengoleskannya dengan hati-hati di sudut mata anak kami. Tapi sehari; dua hari; seminggu benjolan itu tidak mau hilang dan bahkan makin membesar. Kamipun segera membawa M ke dokter anak langganan kami.

Dokter Ami nama dokter tersebut tidak mendiagnosa apa-apa dan hanya meresepkan antibiotik dan salep pereda infeksi mata Cendo Xytrol, “jika tidak ada perubahan segera bawa ke dokter mata” begitu kata dokter Ami sambil merekomendasikan satu nama Dokter Mata yang pro RUM. Ketika kami rasa seminggu tidak ada perubahan pada benjolan tersebut  kami bawa M ke Dokter Mata yang direkomendasikan oleh Dokter Ami. Oleh dokter tersebut M diberi salep mata Cendo Fenicol. Dua kali kami datang kontrol ke dokter mata itu dan hanya disarankan untuk sabar menunggu benjolan tersebut sembuh.

gr1

Infatile Hemangioma di mata kiri

Hingga akhirnya saat M umur 8 bulan dan harus imunisasi, kami coba membawa M ke dokter anak yang bukan langganan kami. Namanya Dokter Firman. Dokter tersebut mengecek M dan mengatakan bahwa kemungkinan M terkena Hemangioma. What? Penyakit macam apa itu. Pertama mendengar kata itu saya sangat ketakutan dan berpikiran yang tidak-tidak terhadap kesehatan mata M. Dokter Firman sedikit menjelaskan tentang penyakit itu dan menyarankan kami agar segera menemui dokter anak spesialis Hematologi.

Sepulang dari Dokter Firman saya langsung mencari informasi mengenai Hemangioma. Dan ini yang saya dapat dari Wikipedia

Hemangioma adalah suatu tumor jaringan lunak yang sering terjadi pada bayi baru lahir dan pada anak berusia kurang dari 1 satu tahun (5-10%). Biasanya Hemangioma sudah nampak sejak bayi dilahirkan (30%) atau muncul setelah beberapa minggu setelah kelahiran (70%). Hemangioma muncul di setiap tempat pada permukaan tubuh, seperti : kepala, leher, muka, kaki atau dada. Umumnya hemangioma tidak membahayakan karena sebagian besar kasus hemangioma dapat hilang setelah kelahiran.

Hemangioma infantil adalah neoplasma vaskuler jinak yang memiliki perjalanan klinis karakteristik ditandai dengan proliferasi awal dan diikuti dengan involusi spontan. Selama fase proliferatif pada periode neonatal atau awal masa bayi, proliferasi sel endotel cepat membagi bertanggung jawab untuk pembesaran hemangioma kekanak-kanakan. Akhirnya, fase involusional terjadi, dimana hemangioma infantil kebanyakan klinis diselesaikan pada usia 9 tahun.

Hemangioma adalah tumor yang paling umum dari masa bayi, dan hemangioma paling infantil secara medis tidak signifikan. Kadang-kadang hemangioma anak-anak mungkin menimpa pada struktur vital, memborok, berdarah, menyebabkan output tinggi gagal jantung atau kelainan struktural yang signifikan atau cacat. Jarang, hemangioma infantil kulit dapat dikaitkan dengan satu atau lebih kelainan kongenital yang mendasari.

Tidak puas dengan Wikipedia saya juga mencari informasi sebanyak mungkin tentang Hemangioma dari banyak situs dan jurnal kesehatan dari internet. Semua tentang pengertian Hemangioma, gejala, penyebab, penyembuhan dan perawatan, efek samping dan paska sembuh pun semua saya pelajari.

Kamipun segera membawa M ke RSAB Harapan Kita Jakarta, di sana saya baru tahu bahwa RS tersebut milik pemerintah. Dannnn seperti stereotip RS milik negara pelayanannya kalah dibanding RS swasta hehehe..pun demikian ketika kami bertemu DSA Hematologi Anak, tampak dokter yang memeriksa anak saya bete karena saya paparkan semua yang saya tahu tentang penyakit ini dan suerrrrr dokter itu pasti membatin “lu aja deh yang jadi dokternya” hehehe…tidak ada tambahan informasi yang saya dapat dari dokter tersebut, semua yang dokter itu bilang sudah saya ketahui sebelumnya dari internet. Bahkan obat yang diberikan pun sama persis seperti yang saya duga sebelumnya yaitu Propanolol hehehe.. Hanya dosis obat saja informasi baru yang saya dapatkan. Anak saya mendapat Propanolol 5 mg dalam bentuk puyer yang diminum 2 x sehari dan obat itu harus diminum terus hingga usia 2 tahun.

Setelah diberikan Propanolol 2x sehari perlahan-lahan benjolan di mata M mulai mengempis. Walaupun begitu setiap orang yang melihat kondisinya selalu bertanya ada apa dengan matanya. Ketika dia menangis maka mata kirinya akan mengecil dan benjolan akan tampak jelas.

hen1

Progress terlihat

Hari ini 2 tahun sudah berlalu dari pengobatan Hemangioma nya. M sudah lepas dari minum Propanolol dan kondisi benjolan di matanya sudah kempes. Puji Tuhan penglihatannyapun tidak terganggu. Matanya normal dan baik. Sudah tidak pernah ada orang yang bertanya dan menyadari bahwa mata kiri nya terdapat benjolan. Inti dari hal ini kami belajar sabar dan telaten menunggu keajaiban mengempisnya hemangioma di mata M. Tuhan baik, kami bisa melalui ini semua karena penyertaanNya.

hem2

sudah sembuh