Seandainya Orang Jawa Punya Marga

Suami saya berdarah Batak – Flores. Papanya Batak. Mamanya Flores. Kedua suku tersebut menggunakan sistem kekerabatan Patrilineal, yaitu pola kekeluargaan yang mengikuti garis keturunan dari pihak ayah. Karena pihak ayah suami saya bersuku Batak, maka suami saya disebut orang Batak, walaupun cuma setengah Batak hehehe.. dan meneruskan marga ayahnya yaitu Naibaho.

Karena saya menikahi orang (setengah) Batak hehe.. maka keturunan kami akan mengikuti pola kekerabatan suami saya. Oh iya saya orang Jawa tulen. Maka anak saya Miracle, walaupun DNA nya 1/2 Jawa, 1/4 Flores, 1/4 Batak, tetaplah disebut orang Batak dan mendapatkan marga yang sama dengan papinya.

Hal kekerabatan ini menggelitik saya. Seandainya suku Jawa berpola Patrilineal apa marga yang saya punya dan siapa leluhur saya. Dan penyelidikan akan rasa penasaran ini membawa saya pada gambar berikut ini:

silsilah

Silsilah Keluarga

Bukan. Saya bukan anggota keluarga Cendana kok hehehe..kenal juga enggak, saya cuma dengar cerita dari kakek, nenek dan bapak saya saja.

Nama kakek buyut saya (kakeknya Bapak saya adalah Mangkusudiro). Mbah Mangkusudiro ini kakak kandung dari Mbah Sukirah (ibunya Pak Harto). Mbah Mangkusudiro atau mbah buyutnya saya ini punya 3 anak laki-laki, salah satunya adalah Harno Istanto (yang adalah kakek saya alias bapaknya bapak saya). Dulu sewaktu  kecil saya tinggal bersama kakek nenek saya, dan kakek saya ini sering menceritakan silsilah keluarga dan masa-masa penjajahan. Mulai dari masa kecil kakek bersama Pak Harto di Kemusuk, awal mula penjajahan Jepang hingga masuk militer dan sekolah keguruan, dan lain sebagainya deh hihi.. Namun apa daya sebagai anak kecil daya nalar saya terbatas, saya ndak mudeng si ini siapa si itu siapa hehe…Dengan adanya foto silsilah keluarga Pak Harto di atas lumayan membantu saya mencari tau jati diri saya #tsahhhh. Oh iya foto itu saya dapat di museum nya Pak Harto yang bertempat di Kemusuk, Bantul, Jogjakarta. Di area museum itu pula dulu simbah saya tinggal sampai dengan bapak saya lulus SMP.

Jadi..apa marga saya? Hmm..karena keluarga saya tidak mempunyai catatan silsilah lengkap dari generasi terdahulu, maka susah melacak siapa kakek buyut pertama yang menjadi cikal bakal keluarga. Ya sudahlah saya pakai acuan silsilah di atas saja biar gampang. Karena great great great great (great nya kudu berapa kali yak? hihi..) grandfather saya bernama Wongsomenggolo dan keturunannya bernama belakang Sudiro, maka nama saya kira-kira akan jadi begini kali: Nyi Woro Harningtyas Sudiro Menggolo. Keren ya it’s so Javanese.. Ngomong-ngomong Sudiro jangan-jangan saya ini masih sodaraan sama Tora Sudiro kali hihi..

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s