Jip en Janneke – Tono dan Tini

 Berawal dari beberapa hari lalu ketika saya iseng-iseng masuk ke sebuah grup jualan buku online di Facebook, di salah satu postingan di wall-nya dijual buku Jip dan Janeke. OMG! Itukan buku yang pernah saya baca pas SD dulu. Yup, buku yang dulu berjudul Tono dan Tini. Namun karena postingan tersebut sudah beberapa minggu yang lalu maka buku tersebut sold out lah sudah. (Gak jadi deh nostalgia jaman SD nya) Beberapa hari setelah itu saat saya jalan-jalan ke departement store dekat rumah, saya iseng mampir ke stand buku obralan. Pucuk dicinta ulampun tiba! Taraaaa…tiba-tiba mata saya menuju ke sebuah buku di ujung kiri. Thanks God! saya ketemu buku Jip dan Janeke. Tanpa pikir dua kali langsung saya beli 1 jilid buku tersebut.

Sudah banyak yang tahu bahwa Annie M.G Schmidt penulis buku itu sangat terkenal di negeri asalnya Belanda, bahkan ketenarannya melebihi ratu Belanda. No wonder sih ya kisah Jip dan Janeke ini memang menarik. Ditulis dengan gaya bahasa yang ringan dan sederhana, Jip dan Janeke mengisahkan tentang persahabatan dua balita lucu dan menggemaskan. Ceritanya sendiri tentang petualangan keseharian mereka berdua.

Membaca buku ini membawa saya memasuki dunia penuh imajinasi khas anak-anak. Walaupun cerita pertama kisah ini diterbitkan 64 tahun yang lalu – iya! tahun 1952 cerita ini pertama kali muncul di halaman anak-anak Het Parool- namun sampai hari ini kisahnya tidak pernah basi. Bagi saya tidak ada gap dekade dan seolah kisah mereka terjadi di masa sekarang.

PhotoGrid_1455605518756

Jip dan Janeke – dulu vs sekarang

“Laba-laba!” teriak Jip. “Lihat, laba-laba!”

Janeke cepat-cepat datang.

“Ih,…,” katanya. “Laba-laba yang mengerikan.” Janeke takut kepada laba-laba.

“Dia berada di dalam sarangnya,” katanya. “Lihat, sarang yang besar!”

“Ya, ” kata Jip. “Sarang itu dia buat sendiri. Dan saya tidak takut pada laba-laba. Saya berani memegangnya.”

“Ih!” kata Janeke lagi. Dia mundur sedikit ke belakang.

Selain kisahnya yang menarik, ilustrasi siluet buku ini yang dibuat oleh Fiep Westendorp juga menjadi penguat cerita. Saat sedang berhenti membaca dan hanya melihat ilustrasinya saja, saya bisa membayangkan obrolan-obrolan lucu yang mereka bicarakan. Buku ini memang layak menjadi literasi klasik anak-anak cerita abadi sepanjang masa.

Dengan membaca buku ini pula saya belajar ilmu parenting. Memahami tingkah polah balita dan rasa ingin tahu mereka yang besar, dan bagaimana sebagai orangtua bereaksi atas kesalahan yang dibuat anak. Tokoh Ibu di buku ini tidak pernah memarahi ataupun kasar pada anaknya namun Ibu hanya maklum dan menyadari bahwa mereka masih anak-anak kecil. Hal ini menjadi pelajaran berharga buat saya, bahwa orang dewasa saja sering melakukan kesalahan masa kan anak kecil tidak boleh melakukan kesalahan. Sekarang kalau anak saya melakukan kesalahan, seperti menumpahkan gelas berisi susu saya belajar cuek aja hehehe..cukup bilang “ayo bantu mami ngelap lantai yang basah” dan nggak perlu marah-marah.  Kelak 4 tahun lagi saat anak saya berusia 6 tahun buku ini akan saya berikan padanya.

Judul Buku: Jip dan Janeke

Penulis: Annie M.G Schmidt, Fiep Westendorp

Penerbit:Elex Media Computindo, 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s